Home » » Pengertian, Ciri-Ciri dan Macam-Macam Proyeksi Peta

Pengertian, Ciri-Ciri dan Macam-Macam Proyeksi Peta

Posted By Muhammad Malik on | 10:07:00 AM



Pengertian, Ciri-Ciri dan Macam-Macam Proyeksi Peta  ~ Pada umumnya peta digunakan untuk mengetahui letak daerah tertentu pada permukaan bumi, selain itu peta juga dapat digunakan untuk mengetahui sebaran penduduk, hasil tambang, atau segala hal yang dapat dipetakan. Saat ini penggunaan peta lebih canggih lagi dengan adanya googlemap yaitu semacam aplikasi yang memungkinkan kita melihat peta secara lebih menarik dalam smartphone.

Baca : Pengertian Peta (Map)

Menurut ahli peta Aryono Prihandito (1988) Peta merupakan gambaran permukaan bumi dengan skala tertentu, digambar pada bidang datar melalui sistem proyeksi tertentu. Sistem proyeksi yang digunakan dalam peta bermacam-macam tergantung dari bidang proyeksi yang digunakan, berikut ini penjelasan dari proyeksi peta serta ciri dan macam-macamnya.

Baca : Jenis Peta Berdasarkan Skalanya

Bentuk Bumi bulat sedangkan peta berbentuk datar. Di sinilah sistem proyeksi diperlukan untuk memindahkan kenampakan di Bumi pada bidang datar. Secara sederhana proyeksi peta dapat diartikan sebagai cara pemindahan garis paralel dan meridian dari globe (bidang lengkung) ke bidang datar. Ini artinya proyeksi merupakan suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di Bumi dan di peta.
Sebelum menggunakan proyeksi ini kamu harus memahami benar cirinya, yaitu garis-garis bujur sebagai garis lurus yang berpusat pada kutub, garis lintang digambarkan dalam bentuk lingkaran yang mengelilingi kutub, sudut yang dibentuk antara garis bujur sama besarnya pada peta, dan seluruh permukaan Bumi jika digambarkan dengan proyeksi ini akan berbentuk lingkaran. Berdasarkan bidang proyeksi yang digunakan, proyeksi ini dibedakan menjadi:

Baca : Komponen yang Terdapat Dalam Peta

1. Proyeksi Zenithal (Azimuthal)
Proyeksi zenithal (Azimuthal) [image by geograph88.blogspot.co.id], 
Bidang proyeksi ini berupa bidang datar yang menyinggung bola pada kutub, ekuator atau di sembarang tempat. Oleh karena itu, proyeksi ini dibedakan menjadi:
  • Proyeksi azimuth normal, di mana bidang proyeksinya bersinggungan dengan kutub.
  • Proyeksi azimuth transversal, bidang proyeksinya tegak lurus dengan ekuator.
  • Proyeksi azimuth oblique, bidang proyeksinya menyinggung salah satu tempat antara kutub dan ekuator.
2. Proyeksi Silinder (Cylindrical)
Proyeksi silinder (Cylindrical) [image by rendifirdaus91.wordpress.com], 
Proyeksi ini menggunakan silinder sebagai bidang proyeksinya dan menyinggung bola Bumi. Jika proyeksi ini menyinggung wilayah khatulistiwa, maka garis paralel merupakan garis horizontal dan garis meridian.

Baca : Pengertian Garis Bujur dan Garis Lintang Pada Peta

3. Proyeksi Kerucut
Proyeksi kerucut [image by rendifirdaus91.wordpress.com], 
Proyeksi ini memiliki paralel melingkar dengan meridian berbentuk jari-jari. Baris paralel berupa garis lingkaran, sedangkan garis bujur berupa jari-jari. Proyeksi ini paling tepat digunakan untuk memetakan daerah lintang 45° atau lintang tengah. Secara garis besar, proyeksi ini dibedakan menjadi tiga, yaitu:
  • Proyeksi Kerucut Normal atau Standar, Proyeksi ini menggunakan kerucut dengan garis singgung dengan bola Bumi terletak pada suatu paralel (paralel standar).
  • Proyeksi Kerucut Transversal, Pada proyeksi ini sumbu kerucut berada tegak lurus terhadap sumbu Bumi.
  • Proyeksi Kerucut Oblique (Miring), Pada proyeksi ini sumbu kerucut membentuk garis miring terhadap sumbu Bumi.
Sumber pustaka: Geografi : Untuk Kelas XII SMA/MA/Penulis Ani Anjayani, Tri Haryanto ; Editor H. A. Sudibyakto, Sutikno; Ilustrasi Suhardi dkk -- Jakarta : Pusat perukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Bagikan ke Temanmu

0 komentar:

Post a Comment